--------------------------------------------------------------------------------
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara memiliki dua reputasi yang saling bertolak belakang. Di satu fihak PLTU betubara mempunyai reputasi baik karena mampu memproduksi listrik dengan biaya paling murah dibandingkan sistim pembangkit listrik lainnya. Biaya operasi PLTU batubara kurang lebih 30 persen lebih rendah dibandingkan sistim pembangkit listrik yang lain. Namun di lain fihak, PLTU batubara juga mempunyai reputasi buruk karena merupakan sumber pencemar utama terhadap atmosfer kita.
Selama ini reputasi bahan bakar fosil, terutama batubara, memang sangat buruk apabila dikaitkan dengan masalah pencemaran lingkungan seperti yang baru-baru ini terjadi di cilacap terkait dengan flay ash batu bara yang beterbangan kerumah penduduk disekitar penampungan flay ash batu bara. Walaupun stasiun pembangkit listrik batubara saat ini telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator) untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap pembakaran batubara, namun hal yang harus sangat diperhatikan adalah senyawa-senyawa seperti SOx dan NOx yang berbentuk gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Kedua gas tersebut dapat bereaksi dengan uap air yang ada di udara sehingga membentuk H2SO4 (asam sulfat) dan HNO3 (asam nitrat). Keduanya dapat jatuh bersama-sama air hujan sehingga mengakibatkan terjadinya hujan asam. Berbagai kerusakan lingkungan serta gangguan terhadap kesehatan dapat muncul karena terjadinya hujan asam tersebut.
Fenomena hujan asam sebetulnya sudah dikenali oleh para pemerhati lingkungan sejak tahun 1950-an. Namun masalahnya menjadi bertambah parah seiring dengan semakin meningkatnya permintaan energi listrik yang disuplai melalui PLTU batubara. Masalah hujan asam mungkin akan merupakan masalah lingkungan jangka panjang yang teramat serius. Hujan asam bisa juga menjadi isu politik besar terutama karena sumber asal dan para korbannya sering berada di tempat yang berbeda. Bahan pencemar NOx dan SOx dapat bergerak terbawa udara hingga ratusan bahkan ribuan kilometer, mencapai lintas batas antar negara.
Dalam keadaan udara bersih, air hujan bersifat agak asam dengan derajad keasaman (pH) 5,6. Penyebab keasaman ini adalah adanya senyawa carbon dioksida (CO2), suatu senyawa alamiah penyusun udara yang dalam air hujan membentuk asam lemah. Senyawa ini dikeluarkan baik oleh manusia, hewan maupun tanaman melalui sistim pernafasan. Air hujan dikatagorikan sebagai asam apabila nilai pH-nya di bawah 5,6. Air untuk konsumsi manusia harus memiliki nilai pH antara 6-9. Asam dalam air hujan menambah kemampuan air itu untuk melarutkan dan membawa lebih banyak logam-logam berat keluar dari tanah, seperti merkuri (Hg) dan aluminium (Al). Air asam ini juga dapat melarutkan tembaga (Cu) dan timbal (Pb) dari pipa-pipa logam untuk menyalurkan air. Peristiwa ini tentu saja akan menggganggu persediaan air untuk konsumsi manusia. Air dengan pH 5 menyebabkan beberapa ikan tidak mampu berkembang biak. Pada pH sekitar 4,5, ikan lenyap dari perairan. Sedang pada pH 4, perairan menjadi tanpa kehidupan. Pada pH mendekati 3, daun tanaman menjadi rusak. Di berbagai belahan dunia, manusia mulai semakin menyadari perlunya menyelamatkan lingkungan hidup. Tindakan-tindakan protektif kini sedang digiatkan untuk melindungi sumber-sumber alam yang tak ternilai harganya ini dari kehancuran total.
Dewasa ini manusia di berbagai belahan dunia mulai sadar akan perlunya menyelamatkan lingkungan dengan cara mereduksi maupun menjinakkan polutan-polutan yang terlepas ke lingkungan. Beberapa negara maju telah mengeluarkan peraturan sangat ketat dan menanamkan investasi cukup besar dalam rangka mengurangi polusi udara dari gas buang. Untuk penyelesaian jangka panjang, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari terjadinya hujan asam adalah dengan menghentikan sumber hujan asam tersebut.
www.kompasiana.com
Selengkapnya...
Kamis, Februari 18, 2010
Manfaat & Mudharat PLTU ...
Senin, Mei 18, 2009
20 Fakta Mengerikan Tentang Bumi Kita
Author : Anwariansyah
Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup.
Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab. Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas.
Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran.
Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot.
Marilah kita mengamati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.
Jadi bagaimanakah masa depan kita dan bumi yang kita diami ini? Berikut ini fakta-faktanya:
1. Pemanasan global adalah satu peristiwa yang tak bisa dielakkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang menghancurkan, gelombang air pasang, tsunami dan kelaparan akibat kekeringan akan terus berlanjut meskipun usaha-usaha untuk mengendalikan polusi dan kerusakan lingkungan telah dilakukan. Bumi berusaha untuk terus eksis dengan melakukan perbaikan alami, tetapi kita manusia akan menerima akibatnya dikarenakan proses perbaikan itu sangat dahsyat dan tidak terkendali.
2. Peningkatan kecil rotasi bumi diakibatkan ketidakseimbangan isi kandungan perut bumi yang terkuras, bisa mempengaruhi kita dengan berbagai cara. Banjir dahsyat yang menenggelamkan segalanya, atau gletser-gletser yang menghilang selamanya. Itu bisa berarti kekurangan air, pangan dan merajalelanya penyakit serta meluasnya kelaparan. Beberapa spesies hewan dan tanaman menjadi punah.
3. Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, di mana sekarang lebih banyak orang-orang hidup di kota-kota besar dibanding dengan di daerah pedesaan. Kota-kota penuh sesak sehingga harus memperluas areal untuk perumahan ke wilayah pedesaan dengan mengorbankan tanah pertanian. Kota besar yang kumuh dan kotor mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit penyakit baru.
4. Produksi minyak mengalami peningkatan tahun 2008 dan 2018 akan mencapai puncaknya, dan itu berarti awal dari penurunan. Ini bisa menjadi pencetus suatu resesi energi global, konflik antar negara yang memperebutkan lahan minyak dan juga sumber makanan. Minyak sangat penting bagi setiap bangsa untuk melanjutkan aktivitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Kedepannya, menipisnya kandungan minyak di bumi bisa mempengaruhi hidup seluruh manusia di bumi secara signifikan.
5. Mobil mempunyai andil sebesar 3/4 dari semua gas buang yang dipancarkan alat transportasi. Sejak saat ini, dunia akan dipenuhi lebih dari satu milyar mobil yang berkeliaran di jalan-jalan di tahun 2030 dan akan bertambah hingga satu milyar lagi di tahun 2050. Hal berhubungan dengan 75% peningkatan CO2 selama setahun di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara), sedangkan sekitar 20% CO2 yang memasuki atmosfer bumi berasal dari pembakaran BBM pada mesin-mesin kendaraan bermotor, selebihnya 80% emisi CO2 bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil oleh mesin pembangkit tenaga listrik.
6. Karena peningkatan suhu udara akibat meningkanya kadar CO2, maka sedikit uap air bertahan di udara untuk membentuk awan. Hal ini berarti hujan akan menjadi lebih sedikit, dan secara langsung berakibat hasil produksi pertanian juga menurun. Akan terjadi di sekitar tahun 2020 di mana terjadi suatu periode yang sulit dan air bah tiba-tiba meningkat di semua bagian dari benua Eropa, karena mencairnya es di Kutub Utara. Sedangkan populasi penduduk bumi akan mencapai 7,7 milyar orang.
7. Sejak Hari Bumi yang pertama tahun 1970 hingga awal millennium baru, manusia telah membuat peningkatan emisi (gas buang) rumah kaca sebesar 70%.
8. Atmosfer bumi sekarang mengandung 40% lebih banyak CO2 dibandingkan dengan di awal Revolusi Industri.
9. Hasil pembakaran bahan bakar fosil dewasa ini menambah hampir 6 milyar ton CO2 ke dalam atmosfer bumi setiap tahunnya. Hanya separuhnya yang diserap oleh hutan-hutan dan samudera.
10. Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.
11.Hampir separuh dari semua jenis flora, fauna dan mikro organisme akan musnah atau pasti terancam kepunahan dalam seperempat abad ke depan disebabkan oleh penebangan hutan-hutan hujan.
12. Perkiraan para ahli bahwa kita sedang kehilangan 137 jenis tanaman, hewan dan serangga setiap harinya karena penebangan hutan-hutan hujan. Atau sama dengan 50.000 jenis setiap tahunnya. Seiring dengan lenyapnya spesies-spesies di hutan hujan, demikian juga dengan berbagai macam pengobatan penyakit-penyakit yang mengancam hidup manusia. Sekarang ini, 121 obat-obatan yang dijual ke seluruh dunia berasal dari tanaman obat-obatan. Sementara itu 25% dari perusahaan obat-obatan di Barat mengambil bahan dari ramuan tanaman dari hutan hujan, dan lebih sedikit 1% dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman tropis ini telah diuji coba oleh para ilmuwan.
13. Penebangan hutan yang merajalela sekarang ini menyumbang 20% polusi pemanasan global diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan kembali CO2.
14. Wabah penyakit terus bertambah baik ragam maupun jumlahnya karena polusi udara, air dan tanah meningkat, terutama sekali terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah.
15. Di tahun 2030 sekitar 18% dari gugusan karang laut akan lenyap karena perubahan iklim dan lingkungan. Dalam 2030 ini populasi penduduk dunia akan mencapai 8,3 miliar.
16. Tahun 2040 laut di Kutub Utara akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es.
17. Karena menghilangnya gletser dan terjadi musim kering yang panjang, produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air akan berkurang.
18. Luas padang pasir di permukaan bumi mengalami peningkatan disebabkan menaiknya suhu bumi. Pada akhir tahun 2007, Australia kehilangan 25% produksi pangannya karena hal ini.
19. Kadar karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi terus meningkat.
20. Efek berbahaya dari aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem global dengan cara yang negatif. Perang, sebagai contoh, dapat menghancurkan bumi dalam berbagai jalan; pembunuhan massal, berkembangnya kelaparan dan penyakit, pembakaran bahan bakar fosil secara besar-besaran oleh mesin-mesin perang, termasuk juga pembabatan hutan dan pengambilan batu-batuan dan tanah untuk perbaikan kembali infrastruktur yang rusak.
Sebuah pertanyaan untuk kita semua; apakah upaya kita untuk ikut membantu kelestarian alam sekarang ini bisa memberi dampak yang berarti dan signifikan, ataukah secara ironi aktivitas kita lainnya malah mempercepat kerusakan dan kehancuran bumi?
Selengkapnya...
Rabu, April 22, 2009
Mari Kita Sayangi Bumi!
Irma Kurniati, Mutia Nugraheni
(worldbook.com)
VIVAnews - Planet bumi tempat kita tinggal, harus selalu dijaga agar tidak rusak dan tetap nyaman untuk ditinggali oleh manusia.
Ada berbagai macam cara untuk memelihara bumi kita ini, seperti, menghemat pemakaian air, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan listrik dengan hemat dan masih banyak lagi.
Meskipun hal itu mudah dilakukan ternyata masih banyak orang yang tidak mau melakukannya. Mereka tidak menyadari bahwa bumi harus selalu kita jaga karena menyangkut kehidupan semua makhluk hidup. Tidak hanya manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan.
Untuk membuat orang-orang semakin sadar akan keadaan bumi dan lingkungan maka dibuatlah sebuah hari istimewa khusus untuk bumi setiap tanggal 22 April.
Hari tersebut dinamakan hari Bumi atau Earth Day. Hari bumi diprakarsai oleh seorang politikus dan ahli lingkungan asal Amerika Serikat bernama Gaylord Nelson. Pada tahun 1969 ia membuat sebuah konfrensi yang membicarakan masalah yang dihadapi manusia jika tidak memperhatikan pengendalian populasi dan lingkungan.
Lalu pada tahun 1970, tepatnya pada 22 April Nelson membuat sebuah gerakan yang melibatkan 20 juta masyarakat Amerika. Gerakan itu ingin menyadarkan masayarakat akan pentingnya menjaga lingkungan untuk kelangsungan kehidupan umat manusia di bumi.
Hari bumi ini tidak hanya dirayakan masyarakat Amerika saja. Masyarakat di negara lain seperti Inggris, Perancis, Brazil dan Indonesia juga merayakannya.
Selengkapnya...
Senin, Agustus 11, 2008
Kutub Utara Tanpa Es Mulai Tahun Ini
Kenaikan suhu di kawasan Arktik, kutub utara, menyebabkan pencairan es yang semakin cepat dan meluas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wilayah kutub utara mungkin tanpa es pada musim panas tahun ini.
“Kami memprediksi tahun ini kawasan kutub utara mungkin bebas dari es untuk pertama kalinya,” ujar David Barber, peneliti dari Universitas Manitoba, yang tengah melakukan ekspedisi dengan kapal pemecah es Kanada, CCGS Amundsen.
Pendapat Barber didukung pengamatan langsung dan citra satelit. Data menunjukkan, sebagian besar es di sana merupakan lapisan muda yang berusia kurang dari setahun. Lapisan tersebut terbentuk sepanjang musim dingin.
Es muda sangat rapuh dan berisiko mencair pada musim panas lebih tinggi dari es abadi yang terbentuk sejak bertahun-tahun. Kenaikan suhu juga berisiko mencairkan lapisan es yang lebih tebal meskipun ada peluang bertahan pada musim panas tahun ini.
Perkiraan ini lebih cepat daripada prediksi selama ini. Pada model iklim sebelumnya, kawasan es Arktik diprediksi baru bebas es untuk pertama kalinya pada tahun 2013-2030. Hal tersebut menunjukkan ancaman pemanasan global datang lebih cepat. “Kita kehilangan 65 persen lapisan es di belahan utara dalam setahun,” ujar Barber. Rekor pencairan yang dirasakan tahun lalu, menurut para ilmuwan, disebabkan kombinasi arus hangat, angin kering, dan sinar matahari yang terik. Kombinasi yang merusak itu belum tentu terjadi tahun ini, namun dampaknya sudah mulai terlihat.
Kawasan yang mencair sebenarnya segera tertutup kembali lapisan es karena musim dingin yang juga ekstrem. Namun, lapisan es yang terbentuk terlalu tipis sehingga rentan pecah dan mencair.
sumber kompas.com
Selengkapnya...
Kamis, Juni 05, 2008
KEUNGGULAN DAN MANFAAT BIOPORI
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria. (Gambar 1)

Meningkatkan Daya Resapan Air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.
Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.
Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.
Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.
CARA PEMBUATAN
1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.
LUBANG RESAPAN BIOPORI (LBR)
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 - 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah (Gambar 1.) Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (Gambar 2). Gambar 3 menunjukkan penampang dari lubang resapan biopori.

Selengkapnya...
BIOPORI
PENDAHULUAN
Gambar 1. Menunjukkan Foto melalui mikroskop elektron yang menggambarkan dua buah lubang yang terbentuk oleh cacing (pada lingkaran kuning bagian atas) dan lubang yang terbentuk oleh aktifitas akar tanaman (pada lingkaran kuning bagian bawah). Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah Selasa, Juni 03, 2008
Banjir
banjir.
salah satu iklan rokok bingung, "banjir kok jadi tradisi?".
buat kita yang ngga kena banjir, dan cuma lihat dari berita di tv, kata "banjir lagi" mungkin udah ga ngaruh.
dan buat yang biasa kebanjiran beneran, mungkin udah bebel. biarpun repotnya minta ampunnn. terutama bagian membersihkan rumah seusai "tamu rutin yang tak diharapkan" pulang :P
dan buat yang bakal pertama kali kebajiran, liat ini deh.
jadi salah siapa dong?
husss... ga perlu main salah menyalahkan deh.
kita semua boleh dibilang salah, dan boleh dibilang juga kita semua juga yang kena getahnya.
postingan di blog ini juga gunanya bukan buat salah menyalahkan.
tapi apa yang bisa kita lakuin. langkah realistis yang bisa direalisasikan dengan sederhana, atau sedikit dengan usaha.
bersihin selokan kita.
buang sampah yang bener. jangan sembarangan. apalagi ke kali! :(
kalo kamu giat bermasyarakat di lingkungan dan kebetulan di daerah deket rumah kamu ada yang kali, ga ada salahnya buat mencoba memotori kegiatan membersihkan kali.
(seriously, ini bukan muluk-muluk alias masih bisa diamalkan. buktinya, kegiatan ini ada di buku PPKN anak SD. heuheu. emang kedengaran melelahkan, tapi daripada saya suruh menanam pohon buat daerah resapan? mas, mbak, kalo ga mo usaha, mana bisa pelestarian lingkungan bisa berjalan? hehehe.)
apalagi coba yang realistis?
menghentikan penebangan liar? mana bisa kita blogger ngawasin penebangan liar. itu mah polisi utan kale? :D
ato apa? menertibkan rumah2 di bantaran kali? emang kita kamtibmas?
oiya. kita juga bisa kasih bantuan buat para korban banjir. well, at least, doa. heuheu. think realistic, ok? ;)
jangan lupa jaga kesehatan ya, penduduk bumi? :)
Senin, Juni 02, 2008
Refleksi diri
Sebenarnya, tidak terlalu penting untuk membicarakan siapa yang bersalah atas hal-hal yang sudah terlanjur terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana cara kita menyikapinya, dan cara kita mencegah agar hal itu tidak terulang lagi..
Dalam posting kali ini, saya hanya akan menambahi posting sebelumnya yang juga mengulas tentang banjir.
If we think realistically.., we could do these things to prevent the disaster.. =)
1. Tidak buang sampah sembarangan dan mengingatkan orang2 di sekitar kita untuk tidak buang sampah sembarangan. Mungkin kita sudah berusaha buang sampah pada tempatnya, tapi akan lebih baik lagi kalau kita juga menghimbau orang-orang terdekat kita untuk mengikuti jejak kita. Kita kenal tiga orang dan kita memberitau mereka, lalu ketiganya memberitau tiga orang lain (9), lalu orang-orang itu memberitau tiga orang lain (27), dst, dst.. (ngambil idenya "pay it forward" :p)
2. Memastikan bahwa lahan rumah kita masih tersisa 20% untuk resapan air. Secara formal, lahan rumah seharusnya disisakan 40% untuk daerah resapan. Tapi mengingat kondisi saat ini yang sudah cukup parah (i.e. jalan dan taman2 disemen, lahan depan rumah dijadikan garasi, etc), saya rasa lebih realistis kalau (at least) kita menyisakan 20% sebagai tanah terbuka.
3. Memotori gerakkan taman kampung. Di kota-kota yang tidak sepadat Jakarta, biasanya kita masih punya lahan kosong yang tidak ditanami apa-apa. Daripada menandus dan tidak terawat, teman-teman yang aktif di karang taruna bisa mengusulkan membuat taman di lahan itu. (ingat pelajaran waktu SD dulu kan? tanah yg ditanami memiliki daya resap air yang lebih besar.. ^_^)
Dan yang terakhir (tidak diberi nomer karena kurang realistik :p), usahakan saat beli rumah nanti teman-teman tidak beli di daerah yang bekas resapan air (misal daerah yang tadinya rawa-rawa atau perbukitan). Secara hukum, seharusnya dinas tata kote melarang pembangunan perumahan di daerah bekas resapan air, tapi kadang-kadang, hukum ekonomi lebih berbicara: selama para pembeli mau, pembangunan tetap berjalan.. If only there is no-one who is going to buy those properties, those hills and swamps are maybe still exist.. =)
Oks2, tunggu apa lagi? Mari kita lestarikan bumi!!! (",)v
Ayo! Kenalkan Budaya Bersih Sejak Dini.
Siapa yang harus disalahkan? Apakah pemerintah daerah atau Masyarakatnya?. Well, pertanyaan itu tidak perlu saya jawab. Yang lebih penting saat ini adalah bagaimana caranya agar kita bisa menanamkan budaya bersih pada generasi penerus kita.
Memang bukan hal yang mudah tapi kalau kita memulai dari diri kita dan keluarga kita saya optimis beberapa dekade kedepan tidak mustahil kota kita akan menyusul negara-negara tetangga yang terkenal dengan kebersihannya.
Mulai dari sekarang tanamkanlah budaya bersih ke diri kita masing-masing. Kalau saya pribadi sejak dini sudah mengajarkan budaya bersih ke putra saya dengan cara mewajibkan dia untuk membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lantai yang kotor oleh makanan yang ia cecerkan. Awalnya sangat susah mengenalkan budaya bersih ini kepada toddler (Anak Usia 2 Tahun sampai 4 tahun), tapi lambat laun dan dengan keuletan, akhirnya putra saya bisa melakukan itu. Contoh; Iya bisa membuang sendiri Pampers bekas di tempat sampah. Ia juga sangat kreatip mengambil lap jika lantai tempat ia bermain kotor oleh makanan.
Melalui media “Aku Sayang Bumi” ini, saya menganjurkan dan mengajak teman teman sekalian untuk mulai memperkenalkan budaya bersih kepada Ponakan, Anak, cucu, cicit dan keluarga terdekat . Karena kalau bukan sekarang kapan lagi?.
Minggu, Juni 01, 2008
Rumah Hutan
menjadikan rumah dengan hutan di pekarangannya akan menjadi sebuah pemandangan yang berbeda. tak ada keindahan visual. namun di dalamnya terdapat kekayaan jenis yang melimpah. penempatan pohon, apalagi pohon buah, akan memberikan manfaat lain, selain hanya sekedar kesejukan. dengan menanam pohon buah akan memberikan manfaat pangan bagi penghuni rumah.
jenis-jenis pohon lainnya yang sangat menarik untuk ditanam adalah jenis sukun, belimbing, sawo, kelapa ataupun jenis yang tak berbuah namun memberikan manfaat bagi lingkungan, semisal pulai, meranti, ataupun ulin. manfaat obat dari sebuah jenis tanaman bisa juga menjadi sebuah pertimbangan dalam memilih jenis tanaman.
bila belum membangun rumah, akan lebih baik bila membangun rumah panggung, dimana tipe rumah ini akan memberikan ruang bagi air dapat merembes ke dalam tanah. selain juga dengan rumah panggung akan memperoleh sirkulasi udara lebih baik di dalam rumah.
menanam pepohonan (khususnya pohon buah) di pekarangan serta membangun rumah dengan mempertimbangkan ekologi, akan memberikan kehidupan yang lebih bergairah dan kreatif bagi penghuninya.
Selamatkan bumi mulai dari SPBU
Bayangkan saja kita yang berada di belakangnya pasti kenyang oleh asap yang dikeluarkan dari knalpot tersebut. Selain membuat polusi udara dan suara yang membuat kesehatan terganggu, menghidupkan mesin saat mengantri juga merupakan pemborosan BBM.
Untuk itu alangkah baiknya bila kita mematikan mesin kendaraan pada saat mengantri. Bagi pemilik SPBU selain memasang pemberitahuan mematikan mesin pada saat pengisian BBM, sebaiknya ditambahkan mematikan mesin pada saat mengantri.
Yang kedua adalah, sering kali bila kita mengisi tangki penuh pada saat pengisian sering tumpah karena kelebihan atau untuk mengepaskan harga pada meteran pengisi.
Ini juga pemborosan yang sering terjadi, untuk itu sebaiknya sebelum mengisi kita sudah memperkirakan isi tangki agar tidak tumpah biarlah tidak penuh.
Bagi petugas pengisi seharusnya diingatkan untuk tidak mengisi terlalu penuh, karena bisanya masih tersisa di ujung selang pengisian begitu diangkat dari mulut tangki sisa BBM tersebut akan tumpah.
Semoga dengan hal kecil ini kita tidak perlu mengimpor BBM terlalu banyak dan membuat bumi semakin panas
Selasa, Mei 13, 2008
"Go green! More Love to Our Earth"
Terhitung mulai 3-14 Desember 2007 di Bali diadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) tentang perubahan iklim (UN Climate Change Conference 2007). Akan ada banyak hal yang didiskusikan para pemimpin dunia dalam konferensi ini sebagai upaya memperbaiki keadaan Bumi yang telah mengalami banyak kerusakan.
Lalu sebagai remaja, apa yang bisa kita lakukan untuk ikut berpartisipasi?
"Lima R dan Satu O", demikian ungkap Subandi, mantan Ketua OSIS sekolah Smart Ekselensia Indonesia yang sekarang menjadi Relawan Advokasi Bahaya Global Warming di sekolah.
Huruf "R" :
Ketiga Reuse alias menggunakan barang bekas untuk kegunaan yang sama.
Sementara "O" yang memungkasi jargon kampanye "Go Green" adalah otarki alias menanami pekarangan dan penghijauan lingkungan. Otarki identik dengan Jepang. Keterbatasan tanah yang dapat ditanami serta etos kemandirian yang dimiliki menjadikan otarki tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Dalam definisi yang sederhana, otarki berarti budaya menanami pekarangan rumah dengan tanaman konsumtif, termasuk di dalamnya tanaman obat-obatan. Selama ini luas pekarangan rumah dan tanah kosong yang dimiliki mayoritas masyarakat Indonesia belum tergarap maksimal.
Untuk pekarangan rumah yang luasnya 1 x 2 meter, seseorang dapat menanam 1 pohon terong yang merambat, 1 pohon kunyit, 1 pohon jahe, 3 pohon cabai, 1 pohon tomat, dan 1 pohon lengkuas yang masing-masing ditanam dalam pot ukuran sedang. Sebagai penyejuk, bisa ditanam pohon belimbing, rambutan, mangga, jambu air, jambu batu, atau pohon lain yang buahnya berukuran kecil atau sedang.
Beruntunglah kita tinggal di Indonesia. Tidak sulit rasanya menumbuhkan tanaman dan pohon. Hal yang sulit justru menimbulkan etos menanam itu sendiri.
Nah, OSIS Smart Ekselensia tahun lalu mengagendakan otarki sekolah. Di areal tanah yang terletak di belakang sekolah, kami berkebun kangkung, bayam, ketela pohon, serta menanam pohon jambu biji dan jeruk.
Seluruh aktivitas otarki dilaksanakan siswa, mulai dari penyemaian bibit, penyiapan lahan tanam, pemberian pupuk kandang, hingga penanaman. Untuk menyemai bibit bayam, kami membuat bedengan yang disirami setiap pagi dan sore oleh siswa yang ditunjuk.
Beberapa minggu kemudian, kami memanen bayam dan kangkung. Divisi pemasaran mulai beraksi mendatangi guru-guru dan karyawan sekolah agar mereka membeli bayam dan kangkung dengan harga bersaing, plus bonus senyuman manis salesman kami.
Oh ya, program otarki ini juga diikuti beberapa guru yang menanam bayam dan cabai.
Kami sih tidak menganggap guru-guru sebagai kompetitor di pasar bayam dan kangkung. Kami justru bersyukur karena telah menginspirasi orang lain untuk ikut menanam. Sobat MUDA terkesan? Ayo menanam! Kita bisa berotarki di halaman belakang sekolah, pekarangan rumah, dan di pinggir jalan umum. Selain bisa mengurangi efek pemanasan Bumi, otarki juga bisa menambah kocek kita.
Bumi yang kita diami adalah anugerah Tuhan. Kita diamanahi mengelola dan menggunakan dengan bijak. Bumi yang sekarang sedang "demam" global warming perlu kita obati dengan "pil" 5-R dan "kapsul" O. Sekarang inilah saatnya kita berbuat, bukan lagi berdebat. Go Green, and More Love To Our Earth!
(Tim SMA Smart Ekselensia, Bogor, Jawa Barat)
Global warming
Tahukah Anda, itu semua sebetulnya hanyalah sebagian kecil dari dampak pemanasan global (global warming)? Tidakkah seharusnya kita khawatir akan kelangsungan hidup anak cucu kita di masa mendatang? Mari memulai kampanye Go Green dari diri kita masing-masing, keluarga kita, lingkungan terdekat kita!
ikutlah kampanye Go Green mulai sekarang!
Go Green! Mulailah dari Rumah Anda!!
Berbagai fenomena alam aneh -seperti kacaunya ritme pergantian musim misalnya, menjadi pertanda betapa mendesaknya isu lingkungan hidup ini.
Apa penyebab efek rumah kaca yang terbesar? Listrik!! Penggunaanlistrik memang jadi biang penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca.
Soalnya, pembangkit listrik yang bekerja akan menghasilkan polusi, salah satunya CO2. Begitu konsentrasi CO2 meningkat di atmosfer, makinbanyak pula gelombang panas yang dipantulkan permukaan bumi diserap atmosfer. Akibatnya? Suhu permukaan bumi pun ikut meningkat.
Jika masih sayang dengan kehidupan cucu dan buyut anda di masa depan, mulailah ikut berperan mengurangi efek rumah kaca. Mulai dari rumah anda sendiri dengan menggunakan listrik secara efisien.
Selain bisa mengerem pemanasan global, tagihan listrik anda pun berkurang :) Go Green!!
Senin, Mei 12, 2008
Lemari Es boros energi
Big is (also) beautiful
Tapi justru untuk urusan "kecil-kecil", sebagian orang malah bilang big is beautiful alias besar itu indah. Nah prinsip serupa mungkin bisa Anda terapkan ketika berbelanja. Jika Anda kepingin membeli sampo, deterjen, sabun cair, carbol, dan sejenisnya sebaiknya pilih kemasan yang besar. Agak mahal memang di awal. Tapi percayalah, ada manfaat yang bisa Anda petik.
Pertama, harga lebih murah karena biasanya produsen memberi potongan harga untuk kemasan yang lebih besar. Kedua, Anda meninggalkan jauh lebih sedikit sampah. Membeli puluhan atau ratusan sachet sampo secara terpisah tentu meninggalkan sampah yang jauh lebih banyak ketimbang membeli satu botol besar sampo--apalagi yang bisa diisi ulang. Jadi big is beautiful. Besar itu indah. Maka belilah barang besar ketimbang barang yang dikemas kecil-kecil.
Minggu, Mei 11, 2008
Mari ke pasar tradisional
Nikmatilah pasar tradisional. Belilah sayur mayur dan daging segar yang dijual di sini. Sayur mayur dan daging, yang tentu saja tanpa kemasan. Banyak keuntungan yang Anda peroleh dengan cara ini.
Pertama, jika anda pandai memilih, tentu saja sayur, buah dan daging yang anda dapatkan lebih segar. Yang kedua, barang-barang ini juga lebih bebas pengawet dan bahan kimia lainnya. Yang ketiga, anda juga bisa mengurangi karbon.
Loh gimana bisa?
Ya tentu saja bisa. Sayur, buah, dan daging ini pastinya dipasok dari wilayah yang tidak jauh dari kota. Dengan demikian kendaraan pengangkut juga tidak memproduksi karbon dengan banyak, karena cuma menempuh jarak yang tidak jauh. Tuh kan, lebih sedikit karbon?
Terus yang keempat,. sayur, buah, dan daging segar yang dijual pasar tradisional tentu saja hampir seluruhnya dijual tanpa kemasan pembungkus. Jadi setelah dikonsumsi, ada sayur, buah atau daging yang habis tanpa meninggalkan sampah, atau minimal, sampah yang diproduksi bisa terurai oleh alam.
Jadi? Nikmatilah pasar tadisional
Selengkapnya...
Pencemaran di Angkasa
Terbang dengan pesawat adalah cara paling cepat bepergian. Dalam dua jam, wush....!! Anda bisa sampai di tempat yang jauhnya ratusan kilometer. Tapi terbang dengan pesawat udara adalah juga cara yang paling cepat untuk mencemari lingkungan. Ilmuwan percaya, penerbangan merupakan penyumbang besar perubahan iklim di dunia. Jadi setiap Anda bepergian dengan pesawat, ingatlah, secara tidak langsung Anda sudah memberikan kontribusi pada penumpukan karbon di angkasa.
Terus bagaimana? Carilah cara untuk bepergian lewat jalur darat. Dan juga berikanlah kompensasi pada bumi ini. Tanamlah pohon untuk setiap perjalanan Anda yang memakai moda pesawat terbang.
Selengkapnya...
Kurangi pemakaian tisu dan tusuk gigi
Aksi Anda untuk menyelamatkan lingkungan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tak percaya? Salah satu contohnya di meja makan di restoran atau tempat makan lainnya. Nah perhatikanlah baik-baik meja makan Anda mulai sekarang. Setiap tempat makan niscaya menyediakan kotak atau tempat tisu, tusuk gigi, dan tempat sedotan plastik. Nah ada saatnya memang, kita tidak bisa menghindarkan diri dari tisu, tusuk gigi, dan sedotan ini. Tapi bayangkanlah berapa banyak sedotan, tusuk gigi dan sedotan yang Anda buang dan jadi sampah setelah dipakai. Barang-barang ini tidak bisa dipakai berulang kali. Jadi, sebisa mungkin hindarilah atau minimalkan penggunaan barang-barang ini. Dan yang paling bagus tentu saja, bawalah makanan sendiri. Agar Anda bisa meminimalkan produksi sampah Anda sendiri. Selengkapnya...


